Kamis, 30 Mei 2013

INSPIRASI MUDA INDONESIA


Aku dilahirkan dari rahim kokoh seorang ibu Siti Mujahadah Sholikhah dan sosok ayah yang bijak M. Jawahir dengan golongan darah B pada 26 Juni 1992. Sebuah nama disematkan pada diriku, Birrul Qodriyyah. Sebuah nama penuh makna yang begitu berharga. “Sebaik-baiknya ketetapan”, arti namaku ini menurutku tidak sekedar do’a, tetapi menyimpan ribuan harapan, cita, dan asa dari bapak dan ibu untuk aku wujudlkan di masa depanku natinya. Aku dibesarkan dalam suasana keluarga yang harmonis dan islami. Kami hidup dalam keterbatasan ekonomi semenjak ayahku di PHK dari pekerjaannya sebagai karyawan dan beralih menjadi buruh tani. Meskipun demikian, kami mempunyai mimpi dan cita-cita yang tinggi. Di sebuah rumah sederhana nan asri, tepatnya di dusun Puton, Trimulyo, Jetis, Bantul, aku dan adikku Irma Nafsiyyati dibesarkan dan besar dalam mimpi-mimpiku kami.

Sejak SD aku menjadi siswa yang aktif dan menonjol diantara siswa-siswa yang lainnya. Setidaknya aku selalu berada pada 3 besar rangking kelas, meski capaian prestasi tertinggiku waktu itu baru juara 1 tingkat kecamatan. Pada saat SMP aku sudah aktif di berbagai organisasi. Di rumah, aku menjadi pengajar TPA Birrul Walidain, sedangkan di sekolah aku aktif menjadi Dewan Penggalang dan ketua koperasi sekolah. Bersyukur, aku selalu menempati rangking 1 di kelas dan bertahan dalam rangking 1 dan 2 paralel di sekolah sehingga aku menjadi siswa teladan di SMPN 1 Jetis.
Selepas SMP, aku melanjutkan pendidikanku di SMA N 2 Bantul. Selain aktif di beberapa organisasi sekolah yaitu Rohis Al-Falaq, aku merangkap sebagai reporter dan editor majalah Exsotic SMADABA. Waktu di SMA ini menjadi batu lompatan signifikan dalam hidupku. Di jenjang inilah aku pertamakalinya mendapatkan tropi di tingat kabupaten, dan pertama kalinya pula aku merasakan naik pesawat. Beberapa prestasi yang perrnah kuukir adalah: Juara 1 Lomba Musabaqoh Syarhil Qur'an(MSQ) MTQ pelajar Tk. Kabupaten Batul, Juara 2 Lomba MSQ MTQ Pelajar Tk. Provinsi DIY, Juara 3 Olimpiade Kehutanan Indonesia (OKI'09) di Fakultas Kehutanan UGM, Juara 1 Lomba MSQ MTQ Pelajar Tk.Kabupaten Bantul, Juara 3 Lomba MSQ MTQ Pelajar Tk. Provinsi DIY, Juara 3 Lomba Resensi Bahasa Inggris Perpusda Bantul Tk. Kabupaten Bantul, Juara 2 Lomba Pidato Bahasa Jawa MQK Tk. Provinsi DIY, Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Indonesia POSPEDA Tk. Provinsi DIY, Juara 1 Lomba Pidato "Jika Aku Jadi Bupati Bantul" KPU tk. Kabupaten Bantul, Juara 2 Lomba MSQ MTQ Umum Tk. Kabupaten Bantul, Juara 2 Lomba MSQ MTQ Umum Tk. Kota Yogyakarta, Juara 3 Lomba MSQ MTQ Umum Tk. Provinsi DIY.
***
Pagi itu mentari bersinar begitu cerah saat aku menginjakkan kakiku pertama kalinya di Universitas Gadjah Mada, sebuah universitas terbaik di Indonesia yang menjadi impian jutaan generasi bangsa. Ya, aku telah resmi menjadi Mahasiswa program studi ilmu keperawatan, fakultas kedokteran UGM semenjak aku dimumkan diterima melalui program PBUTM (Penerimaan Bibit Unggul Tidak Mampu). Tak pernah terpikir olehku waktu itu, bagaimanakah rasanya menjadi mahasiswa. Aku hanya berfikir mahasiswa itu gelar yang mentereng karena ada embel-embel “maha” yang menurut persepsiku berarti suatu keagungan yang istimewa.
Dengan penuh keyakinan dan tanpa beban sedikitpun, aku tuliskan “Mahasiswa Terbaik UGM” di sebuah kertas HVS yang ku tempel di amari bajuku. Aku sengaja memberinya warna pastel cokelat dan kuning, yang mirip dengan warna keemasan. Semangatku berkobar, aku kokohkan lagi mimpiku untuk menjadi dosen dan peneliti. Dosen UGM tentunya, ya itu menjadi cita-citaku.
Tahun 2010 bersama Beastudi etos rupanya menjadi awal langkahku untuk semakin percaya diri dalam menggapai mimpi. Aku bertemu dengan kakak-kakak yang sangat menginspirasi dengan rentetan CV panjang penuh karya, prestasi dan organisasi, yang membuatku berkali-kali berdecak kagum. Kok bisa ya? Pikirku. Aku banyak berguru dari mereka. Segera ku yakinkan diriku bahwa aku kini telah menjadi bagian dari mereka dan akupun bisa menjadi seperti mereka, bahkan lebih.
Tahun pertama kuliah ku targetkan menjadi tahun organisasi dan akademisi. Bagiku, tidak cukup aku hanya belajar hardskill di balik meja kuliah tanpa softskill dan networking yang baik. Kuliah ini saatnya membangun relasi sebanyak-banyaknya untuk mensupport mimpiku. Tidak tanggung-tangguang, aku mengikuti 5 organisasi di fakultas dan satu organisasi universitas. Di fakultas aku menjabat beberapa bidang organisasi mulai dari staff Kasostrad Himpunan Mahasiswa Ilmu Keperawatan (HIMIKA), staff Penelitian Medical Science Center (MSC), staff Kemuslimahan Keluarga Muslim Cendekia Medika (KaLAM), staff PSDM BEM, dan anggota Keluarga Mahasiswa Nahdhotul Ulama (KMNU). Aku juga ditunjuk sebagai Dewan Penanggung Jawab Fakultas Kedokteran (DPF) untuk organisasi Keluarga Mahasiswa Bidik Misi (KAMADIKSI). Tidak hanya aktif di kampus, sebagai penerima beastudi Etos, aku pun berusaha untuk optimal berkontribusi di etos. Ya, aku menjadi kepala Divisi Kesehatan di program Social School Responsibility (SDP) etos yang menjadi program pengembangan domain sosial bagi penerima beasiswa etos.
Konsisten dengan komitmenku, aku harus baik dalam nilai akademik. Targetku waktu itu cukup tinggi, minimal 4,00. Namun, aku tersadar dengan kondisiku. Waktuku tidak hanya untuk belajar saja, akan tetapi akupun harus profesional dalam berorganisasi. Alhamdulillah, meski agak turun dari targetku menjadi 3,83, setidaknya aku dapat mengimbanginya dengan prestasi organisasi.
Di tengah kesibukan baruku, aku masih menyempatkan diri untuk mengajar les privat pada dua anak didikku yang masih SMP, itung-itung menambah tabungan. Semangat berprestasiku rupanya kambuh kembali, aku haus prestasi..meski masih sedikit, setidaknya aku telah mengukirkan dua prestasi baru, menjadi juara 1 pidato MTQ Mahasiswa UGM, dan menjadi juara II Islamic Speech Competition pada Teknik on Action Fakultas Teknik UGM. Bagiku, ini menjadi thunder power yang melecutkan semangatku untuk dapat meraih prestasi sebanyak-banyaknya di tahun kedua. Aku ketagihan dengan ‘nikmatnya’ mengharumkan almamater UGM di kancah nasional. Ternyata betul kata kakak kelasku, “Kita baru dapat merasakan kebanggaan menjadi mahasiswa UGM saat kita bisa memakai almamater UGM di luar UGM”. Subhanallah, dan aku telah membuktikannya di MTQ Mahasiswa Nasional Makassar 2011.
Tahun kedua kuliah sudah aku petakan menjadi tahun prestasi. Ku kerucutkan organisasiku menjadi dua atau satu saja, yaitu di MSC dan BEM. Aku sangat optimis menjadi kepala divisi penelitian, ya dengan demikian aku akan dekat dengan para dosen peneliti. Tetapi rupanya Allah lebih mengetahui apa yang aku butuhkan daripada apa yang aku inginkan. Barangkali mimpiku terlalu “mudah” untuk diwujudkan, sehingga Allah pun memberikan tantangan lain. Aku terpilih menjadi Ketua HIMIKA PSIK FK UGM, sebuah jabatan yang tak pernah terlintas di otakku sebelumnya. Menjadi ketua??? Menjadi Presma??? Ah, tidak!!!. Mimpiku bukan menjadi Presiden HIMA (PresMa). Aku ingin menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mapres) seperti mbak tiwi dan mas Rivan, kakak idolaku di Etos.
Tantangan ini menjadi thunder power kedua dalam perjalanan mimpiku. Do the best, Allah will give a success..menjadi motto hidup yang selalu memotivasiku untuk terus maju. Aku ingin membuktikan pada Allah, bahwa akupun bisa mengemban amanah ini dengan baik. Ternyata banyak peluang dan tantangan baru yang dapat kupetik di sini. Aku tetap bersikukuh pada komitmen mimpiku, bahwa tahun 2 ini adalah tahun prestasi. Karenanya, aku ingin menjadi ketua yang berbeda dengan ketua lainnya. Aku ingin menjadi ketua yang totalitas berkontribusi dan dapat menginspirasi, sesuai jargon Sahabat Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan (SP2MP) PPKB UGM.
Berbagai prestasi baru ku ukir dalam sejarah tahun kedua ku. Mulai prestasi lokal hingga nasional, bahkan internasional. Beberapa prestasi yang sempat kuukir diantaranya; juara 1 Puisi tingkat program Studi Ilmu Keperawatan, terpilih menjadi peserta akhwat terbaik Temu Etos Nasional 2011, Juara 3 M2IQ Putri MTQ Umum tingkat Provinsi DIY, Lima besar Da’i Muda ANTV Kategori Putri Wilayah DIY, Juara 1 Pidato Agama Islam RRI Provinsi D.I.Yogyakarta, Juara 3 Tauziah Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) Tingkat Nasional LPP RRI Banjarmasin, the 4th runner up, poster awards of poster presentation on international palliative care conferrence, Juara 4 Karya tulis ilmiah tingkat nasional Scientific Competition of Nursing Udayana 2012, Juara 1 Call for Paper 7th Annual Communication Days Universitas Budi Luhur Jakarta Selatan, Juara 1 Muslimah Clinician Competition FULDFK (Forum ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran Se-Indonesia), lolos PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) XXV, dan 4 PKM didanai yaitu PKM-K KKJ (Kamus Kedokteran bahasa Jawa) Kamus Saku Tenaga Kesehatan, Jurus Jitu Telurusi Keluhan Pasien Jawa; PKM-K Jilbab ”MEATUS SHOBA” : Solusi Jitu Paramedis Berjilbab; PKM-P Daya Antibakteri Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum Burmanii ) terhadap Methicillin- Resistant Staphylococcus Aureus; dan PKM-M Kader Guru Mata Sehat: Deteksi Dini Gangguan Penglihatan Demi Masa Depan Anak Bangsa.
Tahun kedua menjadi tahun yang penuh tantangan sekaligus realisasi mimpi. Selain mengarungi lautan prestasi, aku diberikan kesempatan untuk menjadi asisten dosen anatomi di Universitas Respati. Menjadi asisten dosen sudah menjadi angan dan citaku sejak pertama kali aku menginjakkan kakiku di gedung ismangun, namun anganku ini sempat runtuh saat aku bertanya pada kakak kelasku “Dek, mahasiswa keperawatan itu g’ bisa jadi asdos, kalau dulu sih bisa, tapi sejak tahun kemarin sudah dihapuskan dek, jadi kayaknya sudah ga’ mungkin lagi kita bisa jadi asdos”.. Deg!!, runtuh sudah mimpi-mimpiku untuk menjadi asdos. Tetapi, aku selalu husnudhon pada Allah. Allah tidak tidur, Birrul..Allah pasti tidak akan membiarkan hambaNya memendam mimpi-mimpi yang sudah digantungkannya..Dan..betul, Allah maha penyayang. Sekitar tiga bulan setelah aku menginjak di tahun kedua, aku ditawari untuk menjadi asisten dosen.
Setiap detik hariku di tahun kedua ini begitu berarti. Puluhan kepanitiaan kegiatan ku ikuti di sela waktu senggang ku, dari skala lokal hingga skala nasional. Banyak hal baru yang kupetik di tahun kedua ini. Hal yang paling berharga ku dapatkan adalah pelajaran hidup dan sosialisasi. Baru di tahun kedua inilah aku bisa membaur dengan teman-temanku yang memiliki tipikal “berseberangan” dengan ku. Melalui HIMIKA, Allah mengajarkan segalanya...mengajarkan tentang berbagi dan mengajarkan tentang arti persahabatan. Kami begitu erat terlekat di lembaga ini, tangis suka dan duka kita laui bersama, dan bagiku hal yang paling berharga adalah ketika di awal kepengurusan mereka tidak mempunyai mimpi untuk visi hidupnya nanti, di akhir kepengurusan mereka memiliki mimpi-mimpi besar yang membuatku terlarut dalam air-mata haru.
Bulan November 2012, berselang. Mbak Nuzul menginformasikan kepadaku tentang Seleksi Mahasiswa Berprestasi tingkat Fakultas Kedokteran. Dengan segala kekuatan dan modal yang telah ku miliki, kuberanikan diri untuk mendaftarkan diri menjadi salah satu kandidat mahasiswa berprestasi mewakili Program Studi Ilmu Keperawatan. Bu Fitri, Kepala Prodi ku berharap banyak padaku. Meski awalnya aku agak ciut karena melihat oposisiku yang super kuat, tetapi aku optimis bahwa Allah itu Maha Penyayang.
Akhir November menjadi saksi yang sangat berharga bagi perjalananku sebagai mahasiswa Gadjah Mada. Allah kembali memberikan hadiah padaku,
“Selamat kepada Birrul Qodriyyah, yang telah terpilih sebagai mahasiswa berprestasi FK UGM”
Satu mimpiku alhamdulillah telah terwujud kembali, dan aku bersiap untuk menyambut mimpiku selanjutnya “Menjadi Mapres 1 UGM”. Bismillah, BISA!!!. Sebuah tulisan dengan kertas putih tertempel erat di keypad Laptopku. Teman-temanku sering risih dengan tulisanku, “Birrul seleksinya sudah selesai belum sih? Kok belum di lepas-lepas tulisannya?”
“Oh, sabar ya..ini selama belum menjadi kenyataan belum akan saya lepas. Mohon do’anya ya..semoga dapat segera menjadi kenyataan”, jawabku pasti.
Tanggal 21 April 2013 menjadi tanggal yang penuh sejarah. Bukan karena itu hari kartini, tetapi karena pada hari itulah hasil seleksi 6 besar Mapres diumumkan. Semalaman, aku tidak dapat tidur dengan nyenyak meeskipun kami tinggal di wisma yang mewah dengan berbagai fasilitas.
“Selamat ya Birrul”, akhirnya do’amu terkabul..pasti kamu bisa, selamat berjuang ya untuk tahap selanjutnya, begitu kata sosok yang menginspirasiku. “Oh, iya kawan, pasti akan ku usahakan yang terbaik, sekali lagi mohon do’anya”. Pada 23 Mei 20013, Allah menjawab do’aku, menjadi Mahasiswa Berpresatsi UGM 2013. Sungguh, anugerah indah yang tak pernah kuduga sebelumnya.
Pada tahun ketiga ini aku tidak berhenti mengukir prestasi, masih banyak tantangan yang harus ku hadapi. Beberapa presatsi yang kudapatkan adalah: Penerima Etoser Award Beastudi Etos Wilayah Yogyakarta angkatan 2010,nJuara 1 Kampanye Muballighat “Remaja sehat, Generasi Hebat” Liga Laga Nasyi’ah 2013, dan penerima etoser awards wilayah Yogyakarta tahun 2013. Selain itu, aku aktif di organisasi Bulan Sabit Merah Indonesia sebagai staff Bulan sabit Merah Remaja (BSMR) dan mengikuti berbagai kepanitiaan baik di tingkat fakultas maupun universitas.
Detik-detik tahun terakhirku di etos ini aku sempatkan  waktu untuk lebih membaur di masyarakat sekitar. Ingin rasanya memberikan kenangan indah bagi warga sekitar etos sebelum aku meninggalkan asrama dan berstatus sebagai alumni.

Hmm,... mimpi dan anganku masih tinggi..barangkali biodata singkat ini tak dapat merekam seluruh perjalanan hidupku, tetapi cukuplah menjadi gambaran tentang diriku J

6 komentar:

  1. manajemen waktunya mbak Birrul pasti baik sekali hingga bisa jadi seperti skrg, terimakasih atas sharingnya

    BalasHapus
  2. LUAR BIASSA!! bangga memiliki kakak yang inspiratif, saya siap melanjutkan perjuangan kakak :)

    BalasHapus
  3. Birrul Qodriyyah, semoga kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan, salam dari peserta pelatihan dan olimpiade keperawatan di Bapelkes Batam. -nothing is impossible, because impossible means: I'M POSSIBLE-



    - STIKes Mitra Bunda Persada Batam.

    BalasHapus
  4. Benar-benar Insipirasi Indonesia

    BalasHapus
  5. Keren banget! doakan saya bisa jadi Mapres ITB juga ya mbak!:)

    BalasHapus